skip to content »

inbasys.ru

Sex chating email id

Sex chating email id-83

Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar.

Sex chating email id-11Sex chating email id-30

‘ ‘Di kampung, ikut neneknya ‘ ‘Udah pernah kerja sebelumnya ? Tapi biarlah, toh hanya PRT dan kami memang sangat membutuhkannya. ‘ ‘Ya pak‘ Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Walapun aku terkadang ‘jajan‘ kalau keadaan darurat, sebenarnya aku tak tertarik kepada Tini. Demikian juga setelah Tini sebulan kerja di rumahku. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Selain karena dia pembantu, juga karena isteriku masih mantap dan mampu memuaskanku dalam . Sampai suatu saat, aku mulai lebih sering memperhatikannya karena peristiwa yang akan kuceritakan ini. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Namanya Tini ‘Dari Cisompet, Bu ‘ kata pembantu baru itu kepada isteriku ketika ditanya asalnya dari mana. Daerah mana tuh ‘ ‘Itu Bu ‘ Garut terus ka kidul .. Dekat perkebunan teh ‘ jelasnya lagi dengan wajah memerah karena malu2 kali. Pameumpeuk mah cakeut pisan ka laut ‘ ‘Berapa umur kamu ‘ ‘Bulan depan 21 tahun, Bu ‘ ‘Udah berkeluarga ? Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Wajah yang biasa saja seperti wajah gadis desa selatan Garut, yang ada tempat peluncuran roket itu. ‘ ‘Sudah Bu, tapi sekarang udah cerai ‘ ‘Punya anak ? ‘ ‘Di Jakarta ‘ ‘Pembantu juga, trus pindah ke Swasta hanya sebulan ‘Sebagai apa di swasta ‘ ‘Biasa Bu, buruh ‘ Singkatnya, setelah ‘wawancara rekrutmen ‘ itu akhirnya isteriku menerima Tini sebagai pembantu rumah tangga kami yang baru. ‘ Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Aku yakin Tini sudah tahu bahwa aku tak memakai CD. ‘ Mau sih mau, cuman malu dong ketahuan lagi tegang begini. Aku harus berusaha keras menahan diri agar tak hilang kendali lalu menggumuli wanita muda di depanku ini, menelanjanginya dan memasukkan penisku yang sudah tegang ke lubang vaginanya. Ada kawan kantor yang bersedia menerima penisku memasuki tubuhnya, kapan saja aku butuh.

Meskipun sarung masih menutupi pantatku, tapi dalam posisi begini, terbuka sampai pangkal paha, paling tidak ‘biji ‘ku akan terlihat. Walaupun udah high begini, aku tak akan memberikan air maniku kedalam vagina pembantuku sendiri. Termasuk sedang mens, tentunya dengan teknik oral kalo bulannya lagi datang.

Dan setelah kami siap tempur, aku tak perlu direpotkan oleh pakaian isteriku. ‘Kamu mijit sekarang ini cape juga dong ‘ ‘Engga dong Pak, kan cuma sekali2 ‘ ‘Kalau Bapak minta tiap hari ? ‘Aturan kaki dulu Pak, baru ke atas ‘ ‘Kenapa tadi engga begitu ? ‘Cerita lagi pengalaman kamu‘ kataku sambil menahan geli. Kedua belah telapak tangannya membentuk lingkaran yang pas di pahaku, lalu digerakkan mulai dari atas lutut sampai ke pangkal pahaku berulang-ulang. Kupelorotkan CD-nya dan kulepas celana dan CD ku juga. Kuarahkan penisku tepat di pintunya yang basah itu, dan kutekan. Dengan perlahan tapi pasti, penisku memasuki liang senggamanya, sampai seluruh batang yang tergolong panjang itu tertelan vaginanya.

Aku tinggal ‘menembak‘ setelah menindih tubuhnya, sebab biasanya baju tidur pendeknya itu akan tersingkap dengan sendirinya ketika aku menindih dan menggeser-geserkan tubuhku‘ Tini memang pintar memijat. ‘ ‘Kan Bapak tadi minta punggung ‘ Lalu naik ke betis, kemudian mengurutnya dari pergelangan kaki sampai lutut, kaki kiri dulu baru yang kanan. ‘ ‘Pengetahuan tentang otot2 tubuh, cara memijat dan mengurut, terus praktek memijat. ‘ ‘Mijitin para senior, engga dibayar ‘ Kedua kakiku sudah selesai dipijatnya. Punyaku memang besarnya sedang2 saja, tapi panjang. Terasa jelas beberapa kali jari2nya menyentuh pelirku yang membuat penisku makin kencang tegangnya.

Dia masuk ke kamarku untuk membersihkan seperti biasanya. Tapi aku sempat kaget atas tawarannya itu, sebab lagi asyik memperhatikan belahan putihnya. Besok lusa baru tukang pijit langgananku itu janji mau dateng. Tapi kulihat wajahnya serius dan masih tetap polos.

Jelas tak ada maksud lain selain memang ingin membantu majikannya. ‘ ‘Saya pernah kursus memijat, Pak ‘ ‘Boleh‘ hanya itu jawabanku. ‘ ‘Belum sih, mau seterika tapi jemuran belum kering ‘ Aku juga ingin sekarang, tapi anakku yang sekolah siang belum berangkat. ‘Cari aja disitu ‘ kataku sambil menunjuk meja rias isteriku. ‘Lepas aja kaosnya Pak, biar engga kena henbodi ‘ Celaka! Aku ingin sesuatu yang baru, tapi masih sayang melepaskan Ani, sebab sewaktu-waktu dia amat berguna meredakan keteganganku. Mungkinkah sesuatu yang baru itu akan kudapatkan dari Tini? Pertama, tentang janjiku yang tak akan meniduri pembantu. Ketiga, si Tini belum tentu mau, dia merasa terhalang oleh kebaikan isteriku.

‘ ‘Kita diajarin cara mengatasi tamu yang ingin coba-coba ‘ ‘Coba2 gimana? Bapak tahu deh maksud saya ‘ ‘ ‘Engga tahu ‘ kataku pura-pura ‘Itu ‘ tamu yang udah tinggi ‘. ‘Gimana caranya ‘ ‘Hmm‘ ah engga enak ah bilangnya‘ katanya sambil mengendurkan otot2 pantatku dengan menekan dan mengguncangkan. ‘ ‘Sebenernya bukan itu aja sih Pak, tapi diajarin cara mengurut ‘itu’. kamu jadi pinter ngurut itu dong‘ Pantesan dia biasa2 saja melihat pria telanjang. Saya engga kasih buka kancing ‘ ‘Pantesan kamu laris, ada bonusnya sih.. Kalo udah keluar ‘kan langsung surut nafsunya ‘ Paha kanan selesai diurut, kini pindah ke paha kiri. Dia hanya sekilas melihat kelaminku, lalu kembali asyik mengurut dan acuh. ‘Engga apa2, biar tambah sip ‘ aku masih belum menyerah ingin menikmati urutannya. sebenarnya saya mau aja mengurut punya Bapak, cuman rasanya kok engga enak sama Ibu ‘ ”Kan engga perlu bilang sama Ibu ‘ ‘Seolah saya mengganggu milik Ibu, engga enak kan ‘ bu kan baik banget ama saya‘ ‘Ah .. Ini kan untuk kepuasan Ibu‘ Tini termakan rayuanku.